Home » Kesehatan Tubuh » Fungsi dan Hubungan Jumlah Eosinofil dengan Kesehatan Tubuh

Fungsi dan Hubungan Jumlah Eosinofil dengan Kesehatan Tubuh

Fungsi dan HubunganSebab peranannya yang unik ini, kandungan eosinofil pada darah menjadi panduan ada keadaan spesifik, seperti infeksi cacing dan alergi.

Jalinan Jumlah Eosinofil dan Kesehatan Badan
Beberapa penyakit dapat mengakibatkan kandungan eosinofil jadi tidak normal, baik itu semakin tinggi atau lebih rendah. Kandungan eosinofil di bawah normal dapat berasal dari konsumsi alkohol terlalu berlebih atau kelebihan hormon kortisol pada tubuh (sindrom Cushing). Fungsi dan Hubungan

Saat itu, kandungan eosinofil yang tinggi dapat diketemukan pada beberapa penyakit berikut: Fungsi dan Hubungan

1. Eksim
Kandungan eosinofil yang tinggi dapat mengisyaratkan ada alergi, dan diantaranya ialah eksim. Kecuali kenaikan kandungan eosinofil, eksim diikuti dengan kulit kering, gatal, bersisik, bentol-bentol, sampai timbulnya bintik merah kecokelatan.

Tingginya kandungan eosinofil bisa juga jadi penanda dari infeksi cacing, diantaranya ialah filariasis. Filariasis, atau yang seringkali disebutkan dengan kaki gajah, adalah infeksi cacing tipe filaria yang serang pembuluh getah bening dan disebarkan lewat gigitan nyamuk.
3. Rheumatoid arthritis
Kenaikan kandungan eosinofil dapat didapat pada penyakit rheumatoid arthritis. Pasien penyakit ini biasanya alami tanda-tanda berbentuk ngilu persendian, persendian lebam, persendian kaku, kecapekan, demam, dan kehilangan selera makan.
4. Leukemia
Leukemia adalah kanker darah yang bisa juga mengakibatkan kandungan eosinofil bertambah. Pemicu leukemia belum tahu dengan tentu. Walau demikian, ada banyak hal yang diperhitungkan bisa tingkatkan resiko berlangsungnya penyakit ini, yakni factor turunan, abnormalitas genetik, abnormalitas darah, dan kisah penyembuhan kanker (kemoterapi atau radioterapi).
Kecuali beberapa penyakit di atas, tingginya kandungan eosinofil bisa juga mengisyaratkan beberapa penyakit lain, seperti kolitis ulseratif, penyakit Crohn, infeksi kandungan empedu, sindrom hipereosinofilia, dan lymphatic filariasis. Penyakit kanker lain, seperti kanker ovarium, paru, dan lambung, bisa juga mengakibatkan kenaikan kandungan eosinofil.
Keadaan yang lain kemungkinan mengakibatkan kenaikan kandungan eosinofil ialah pemakaian obat tipe spesifik, seperti obat penekan selera makan (amphetamine), obat laksatif yang memiliki kandungan psyllium, dan antibiotik.
Jumlah eosinofil pada darah benar-benar menjadi panduan keadaan kesehatan seorang. Tetapi, untuk pastikan satu penyakit, tidak dapat cuman berpatok pada kandungan eosinofil. Dokter umumnya akan lakukan pengecekan yang lain saat sebelum tentukan diagnosis satu penyakit.
error: Content is protected !!