Home » Kesehatan Jantung » Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Renggang pada Anak

Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Renggang pada Anak

Penyebab dan Cara Disamping itu, gigi renggang pada anak bisa juga dipacu oleh rutinitas menggigit jemari dan tongue thrusting (menggerakkan lidah saat menelan) yang dapat mengakibatkan terciptanya sela pada gigi.

Bermacam Langkah untuk Menangani Gigi Renggang pada Anak
Pada intinya, gigi renggang pada anak tidak membutuhkan pengatasan spesial asal tidak mengusik kenyamanannya waktu kunyah atau berbicara. Tetapi, bila pengin membuat gigi Sang Kecil lebih rapat, Bunda dapat bawa Sang Kecil ke dokter gigi. Penyebab dan Cara

Ada banyak opsi perawatan yang akan diberi dokter gigi untuk menangani permasalahan gigi renggang pada anak, yakni: Penyebab dan Cara

1. Kawat gigi
Penempatan kawat gigi adalah langkah yang kerap dipakai untuk menangani gigi renggang. Kawat gigi mempunyai kabel dan braket yang akan mendesak dan geser gigi secara perlahan-lahan, hingga gigi yang renggang bertambah lebih rapat.
Tidak ada dasar tentu berkenaan umur yang pas untuk anak untuk memakai kawat gigi. Jadi, saat sebelum memilih untuk memasangkan kawat gigi pada Sang Kecil, diskusikanlah dahulu sama dokter gigi berkenaan faedah dan resikonya ya, Bun.
Untuk gigi renggang dalam jarak yang sempit, penempatan veneer pada gigi dapat tutup jarak itu. Hasilnya terlihat alami, seperti gigi asli.
3. Frenectomy
Gigi renggang pada anak bisa juga ditangani dengan perlakuan frenectomy. Frenectomy adalah operasi kecil yang dikerjakan untuk mengusung jaringan tipis pada gusi sebagai pemicu gigi renggang.
Gigi renggang pada anak tidak beresiko untuk kesehatan. Bila benar-benar tidak mengusik dan jaraknya tidak besar, gigi Sang Kecil yang renggang tak perlu diperbarui.
Tetapi, Bunda perlu melatih Sang Kecil untuk teratur menggosok gigi dan memakai benang gigi. Ini sebab gigi sisa-sisa makanan bisa dengan gampang tersisip di antara gigi yang renggang. Disamping itu, teratur kontrol kesehatan gigi Sang Kecil ke dokter gigi, minimum 2x dalam satu tahun ya, Bunda.
error: Content is protected !!